Copyright © Mindsphere
Design by Dzignine
10 September 2013

Manusia itu sungguh lemah


Mata kuliah semester ini banyak mengajarkan saya bahwa manusia sungguh makhluk yang sangat lemah dan serba terbatas.

Kuliah hari pertama saya dapat metstat. Intinya adalah, manusia tak dapat menghitung sesuatu hal yang jumlahnya sangat banyak, maka diambillah beberapa sampel saja untuk menghitung sesuatu hal yang dimaksud sehingga mendapatkan hasil yang mendekati kebenaran.

Lalu saya kuliah rangkaian digital, saya diajarkan bagaimana penulisan angka basis 2 (biner), basis 8 (oktal), basis 10, basis 16. Yang membuat saya tertarik adalah pengulangan dari setiap basis tersebut. Seperti halnya basis 2, kita hanya akan menemui beberapa pengulangan angka 0 dan 1 untuk angka apapun, tak mungkin kita temukan angka 2, karena perhitungan basis 2 adalah setelah angka 1, akan kembali lagi menuju angka 0. Begitu juga basis 10, setelah angka 9, maka akan kembali lagi menuju 0, yakni angka 0 pada tiap - tiap pengulangan puluhan (setelah 9 adalah 10, 19 lalu 20). Ini menunjukkan keterbatasan manusia yang hanya mampu menghitung hingga 9 angka, setelahnya kembali lagi ke angka 0.

Contoh lebih jelasnya adalah cerita seperti ini : ada 2 orang mahasiswa lewat dihadapan teman kita, lalu ketika kita bertanya kepada dia ada berapa orang yang barusan lewat, maka dia akan menjawab 2. Jika ada 3 orang yang lewat dihadapan teman kita, lalu ketika kita bertanya kepada dia ada berapa orang yang barusan lewat , maka jawabannya masih bisa 3. Tapi jika ada 5 orang yang lewat, jawabannya bisa beda, mungkin saja dia tidak menjawab 5, tapi menjawab "banyak". Ini menunjukkan kemampuan berpikirnya hanya sampai basis 4.

Maka benarlah firman Allah, bahwasanya jika kita menghitung - hitung nikmatnya, maka kita tak akan pernah bisa menghitungnya karena jumlahnya yang sangat banyak. Bagaimana bisa menghitung nikmat Allah ? Menghitung orang yang lewat saja tidak mampu?

Maka tak pantas jika seorang manusia sombong akan apa yang ia punya, baik ilmu, harta, jabatan, atau apapun. Karena hanyalah Allah yang berhak sombong. Bersyukurlah dengan bertasbih dan memuji Allah Tuhan semesta alam.
Read More..
02 September 2013

Hitung mundur

Kami tidak dikejar waktu, kami bersahabat dengan waktu. Kami hanya ingin memaksimalkan waktu, agar lebih menghargai waktu.

Sembilan hingga satu, waktu begitu cepat berlalu. Jika tak bergerak lebih dulu, ketahuilah waktu takkan menunggu.

Hitung mundur! Semata-mata hanya sebagai pengingat, agar selalu taat, agar tak kendur semangat.

Kami ingin semua sesuai rencana, karena hidup bisa direncanakan, tetapi bukan berarti kami lupa, bahwa Allah-lah Yang Menentukan.

Maka sekarang tetaplah fokus, bersiaplah lagi lebih serius.

Sebab tak ada yang tau kapan datangnya mati, yang pasti, kami selalu berdoa agar mati dalam memegang teguh agama ini.
Read More..
01 September 2013

Bukan Cinta Picisan

Wahai kamu, ketika cinta menggebu, maka simpanlah dulu di hatimu, hingga tiba saatnya kau tunjukkan padaku.
Wahai kamu, ketika tiba rindu, maka berfikirlah untuk pantaskan dirimu, sungguh itu solusi yang ampuh untuk kita dapat bertemu.
Kita punya kisah cinta yang jauh lebih indah dari sekedar cinta picisan biasa yang dimiliki kebanyakan orang.
Jangan takut, jangan ragu, tetaplah berpegang teguh pada kebenaran ini, sebab akan kita nikmati bersama buah manis dari kebenaran ini.
Sebab aku tak hanya ingin mencintaimu di dunia, tapi juga di Syurga.


Kenapa tiba-tiba puitis, kar? haha

Sebuah percakapan pasti memiliki titik jenuh, dimana satu sama lain sudah tak ada hasrat lagi untuk berbincang. Lalu datanglah intermezzo, sebagai pembangkit suasana yang so so. Hanya saja topik yang dibicarakan selalu sama: nikah. Sudah menjadi kebiasaan saya rasa, dan tidak ada pula yang bosan membicarakan ini. Kecuali saya (might be).

Tidak ada salahnya bicara nikah, sah sah saja. Hanya saja kalau terlalu sering, saya jadi berfikir saya ini orang yang tidak laku -__-. Mending bikin puisi aja deh, ini sebagai pengingat buat saya juga :)

Ketika orang di sekeliling bicara nikah, saya bersiap diri saja dah. Biar yang sudah kepala dua saja yang pusing karenanya. Saya doain cepet nikah yaak hehe :D
Read More..
30 August 2013

Why So Sieruos?



Daer Bolg,

I am srory, i lsoe my cnotorl. My fnegir cnotorl. My kbyeorad is daed. It's ntauarl, bcaesue eervynoe is be albe to mses up waht tehy had paln. But unnitnetoinllay, i wno't eevr gvie up.

Snicreley,

me.

Read More..
03 August 2013

Mau Punya Android?

Siapa yang ga kenal android? jaman sekarang kalo ga kenal ga benet kayanya. Android menarik perhatian banyak orang, bahkan mengalahkan iOS yang harganya ga ketulungan. Tapi buat saya, android tetep juga kemahalan hehe. Sebenernya ada juga HP bersistem operasi android yang harganya murah, tapi pasti ada yang ga bagus kualitasnya. Entah kualitas kameranya, memorinya, prosessornya, touch sensitivenya atau space datanya. Android kalo ada 1 aja yang ga bagus kualitasnya, maka ga akan maksimal penggunaannya. Nanti malah nyesel belinya. Mending beli yang mahal sekalian, tapi ga nyesel seumur hidup haha.

Awalnya saya rasa ga perlu2 amat sama android, toh HP biasa pun masih bisa nelpon dan sms kan? Tapi ternyata orang-orang di sekitar saya yang memaksa saya. Mereka mulai bertukar informasi lewat aplikasi yang namanya Whatsapp. Whatsapp ini cuma bisa diakses sama beberapa HP dengan sistem operasi khusus, kaya android, windows phone, sama beberapa handphone keluaran nokia, sementara handphone saya bukan -_-.

Temen-temen kampus saya nanya informasi tentang perkuliahan lewat grup di Whatsapp. Bahkan para syabab kampus di IPB pun memberitakan informasi juga di grup Whatsapp. Informasi tentang hilal, siapa syabab yang sedang sakit, atau semacamnya. Nah, saya jadi penasaran kan. Karena kalo informasi hanya disebar lewat jarkoman sms ga ngena dialognya, cuma 2 person. Kalo di grup bisa ajak obrol orang sekampus, dan diskusinya ngena. Sekali jarkom, semua tau. Gausah capek2 forward ke yang lain -_-

Ga punya HP Android, pengen punya Whatsapp? Line? KakaoTalk? atau semacamnya? Gampiiiil, eh gampaaaang! :D

ini tampilan Android di laptop saya:
home bluestacks
tampilan home Android (pake smart launcher pro)
menu bluestackstampilan menunya
Whatsapp bluestackstampilan setelah buka Whatsapp

Mantep kan? Kalau mau juga, langsung aja deh download disini:

Cara Install (Tested in Win7 32 bit with winRAR):
1.  Ekstract file BS_714.901_Custom.7z nya
ekstrak here
2. Nanti muncul file BS_714.901_Custom.iso. Buat yang pake Win7 dan winRAR, klik kanan BS_714.901_Custom.iso nya, open with winRAR
iso bluestack
3. Muncul deh 3 file. Klik Extract to, trus pilih tempat buat naro hasil extract. Disini saya taruh di folder downloads.
extract to
4. Masuk deh ke dalem folder hasil extract tadi. Tadi nama foldernya BS_714.901_Custom di dalem folder download. Ini isinya:
isi folder
5. Pilih SetupHS.exe kalo spesifikasi komputer kamu tinggi (Memory 2 GB ke atas, vga udah openGL 2.0). Kalo spesifikasi komputer kamu rendah, pilih SetupLS.exe. Kalo mau tau spesifikasi komputer kamu udah memadai atau ngga, download aplikasi inihttp://bit.ly/cekspek

6. Setelah download, klik 2 kali Block Device Tool GUI.exe
BDT
7. Pilih tab Cek Komputer. Klik Go!
cek
8. nanti lihat hasilnya, kalo RAM dan VGA sudah sesuai, pilih yang SetupHS.exe. Kalo salah satu atau dua2nya ga sesuai, pilih SetupLS.exe.

Selesai deh, sekarang kamu bisa pake android di laptop kamu. Untuk yang pake notebook/netbook, ada kemungkinan spesifikasinya ga tinggi. Jadi walau udah pake SetupLS.exe, tetep ada ngelag saat pake bluestacks ini. Bluestacks masih dalam versi beta sampe sekarang, jadi wajar kalo ada beberapa hal yang crash atau force close dengan sendirinya, tapi selama ini alhamdulillah belum saya temui. Wajar juga kalo contacts kamu ga ada, tapi yang simpen kontak di google acount insya Allah ada, asal sinkronisasi dulu di settings. Bluestacks juga berbentuk virtual, jadinya perlu spesifikasi tinggi supaya ga ngelag. Nah, buat yang mau improve tampilannya, ini saya kasih rekomendasi apk yang bisa diinstal

Disitu ada quickpic, fungsinya buat ngegantiin gallery. Quickpic bisa akses foto jauh lebih cepat dari gallery.
Ada juga Smart launcher pro, dan notifier, itu buat tampilan launcher dan notifikasi.

Nah segitu aja ya. Selamat bergembira ria dengan android baru kamu! Jangan lupa pake buat hal yang bermanfaat ;)
Read More..
30 July 2013

Gelar yang seharusnya dibanggakan

Karena terkadang, menjadi tuli itu perlu.
Ada kalanya kita, terlalu sibuk mengurusi apa yang orang lain fikirkan tentang kita. Apakah itu baik, buruk, atau semacamnya. Ada kalanya kita mempertimbangkan resiko yang terjadi jika kita melakukan hal ini-itu. Akan dikucilkankah? dibanggakankah? diseganikah? diremehkankah? Sebagian dari kita lebih memiliih untuk diam daripada mengambil resiko yang tidak diinginkan. Sebagian lagi memilih untuk menjadi seperti kebanyakan orang agar tidak menjadi yang terasingkan. Percis seperti butiran gula dalam air hangat, ikut larut begitu cepat. Kekhawatiran ini sebenarnya wajar, karena sudah menjadi naluri manusia yang ingin mempertahankan dan menunjukkan eksistensinya. Gharizah baqa kalo bahasa kerennya. Tapi, setiap naluri tentu harus dilampiaskan kepada objek yang benar dan dengan cara yang benar yang sesuai dengan aturan Islam.
Sama seperti bisnis, melakukan atau tidak melakukan sesuatu hal melibatkan untung dan rugi. Untung dan ruginya pun relatif, tergantung objek apa yang menjadi alasan. Objek inilah yang nantinya menentukan wujud perbuatan. Jika objeknya manusia, maka untungnya adalah akan datang banyak pujian, akan datang banyak kalimat yang menyenangkan, dan akan datang banyak manusia yang mendekat dan menjadi teman. Untuk menuju semua itu, maka hal yang dilakukan adalah mengikuti dan berbuat seperti apa yang manusia inginkan. Jika tidak, maka siap-siap menerima berbagai cacian, makian, sindiran, hinaan dan menjadi orang yang terkucilkan.
Sebagian dari kita memilih untuk menjadi apa yang kebanyakan manusia inginkan. Wajar saja, karena kita juga manusia. Namun sering pula kita temui hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Inginnya dipuji oleh manusia, ternyata malah dicaci. Inginnya disanjung oleh manusia, ternyata malah digulung. Sering kali kita temukan kekecewaan dari mengharap pujian dari manusia. Awalnya mungkin menyenangkan mendapat pujian dari manusia. Tapi sekali saja melakukan salah, subhanAllah, sakit pasti hati mendengar caciannya, kecewa jadinya.
Tapi ada juga dari kita yang memilih untuk tidak menjadi apa yang kebanyakan manusia inginkan. Mereka adalah pengemban dakwah. Mereka menjadikan Allah sebagai alasan mereka melakukan perbuatan. Karena Allah mencintai perbuatan ini, maka mereka mati-matian melakukan perbuatan ini. Karena Allah membenci perbuatan itu, maka sebisa mungkin mereka menjauh dari perbuatan itu. Karena Allah mengutus Rasulullah Muhammad SAW menjadi utusan-Nya, maka mereka mengikuti semua sunnah yang beliau wariskan. Itu semua mereka lakukan semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT. Keuntungan yang mereka cari adalah pujian dari Allah SWT, dan menjadi penghuni Syurga-Nya.
Akan tetapi kerugian yang mereka terima begitu tidak menyenangkan. Dikucilkanlah, dianggap alienlah, difitnahlah, hhh ga enakin hati deh! Mereka begitu minoritas, jadi wajar mereka sering dihempas. Mereka seperti tinggal di dalam kostan yang semua penghuni kostannya menjauh. Tapi mereka tidak peduli, karena mereka begitu yakin mereka berpegang pada sesuatu yang mutlak benar. Mereka tidak peduli oleh tanggapan negatif kebanyakan manusia, dan mereka tidak menuruti apa yang kebanyakan manusia inginkan.
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”
[QS.al-An'am/6: 116]
Jika saya dipaksa untuk menjadi salah satu dari mereka, maka saya katakan dengan lantang: "tidak usah!". Sungguh, tak ada gunanya memaksa saya. Karena, saya sudah menjadi salah satu dari mereka :D
“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.”
(HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma)

Wahai pengemban dakwah, dengarkan ya
Berbanggalah menjadi pengemban dakwah, tunjukkan eksistensimu di depan mereka tanpa lelah.
Sebab perkataanmu bagaikan penyambung nafas dunia. Mengajak manusia kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, menghindarkan ummat dari kerusakan sehabisnya.
Al-Ghuraba, gelar yang tersemat padamu, gelar yang seharusnya kamu banggakan, sebab Allah dan Rasulullah mencintai para Al-Ghuraba.
Menjadi tulilah dari perkataan-perkataan manusia yang tidak berguna. Ketahuilah, pujian Allah terlalu berharga dari pujian manusia.
Janganlah lagi berkeluh kesah, sebab Allah telah menyiapkan hadiah. Sesiapa saja yang tetap istiqamah, Allah akan berikan jannah.
Perjuangan ini masih belum berakhir. Selama darah masih mengalir, dakwah kan tetap bergulir.
Read More..
29 July 2013

Rapih-Rapih

Seperti kamar yang berantakan, harus segera dirapihkan, agar malaikat Allah mau berkunjung dengan nyaman.
Mencoba menata kembali yang tak teratur, mencoba berkreasi lagi tanpa libur, agar pembaca tidak kabur.
Read More..
18 March 2013

THIS IS MUSLIM MAHASISWA!!!


Muslim mahasiswa?
Mas, salah tulis ya? Mahasiswa muslim mungkin? Hehe, sengaja ko. Maksudnya supaya temen-temen bisa bedain makna mahasiswa muslim dan muslim mahasiswa. Penjelasannya begini, jika kita mengaku sebagai muslim, maka ada kewajiban bagi kita untuk mendakwahkan Islam apapun “status” kita. Entah itu dosen, guru, mahasiswa, atau bahkan professor. Nah, muslim mahasiswa mempunyai makna bahwa orang ini adalah muslim yang sedang berstatus sebagai mahasiswa. Jadi subjeknya adalah muslim, sementara mahasiswa adalah alat perjuangannya. Jelas beda dengan mahasiswa muslim yang bermakna bahwa dia adalah seorang mahasiswa yang kebetulan seorang muslim. Muslimnya hanya dijadikan sebagai instrument. Nah ini yang disayangkan, bukan karena kita mahasiswa makanya kita menyampaikan Islam. Tetapi karena kita muslim sehingga harus mendakwahkan Islam kapan pun. Kalau sudah tidak berstatus mahasiswa lagi, maka masih ada kewajiban untuk berdakwah. Catet tuh!
Ada pengaruhkah antara perbedaan itu?
Jelas ada, terlebih kepada “orientasi” apa yang difokuskan. Seorang muslim mahasiswa orientasi yang difokuskan jelas dakwah. Sementara mahasiswa muslim yang difokuskan belum tentu dakwah. Yang sering kita temui juga banyak toh mahasiswa muslim yang memfokuskan dirinya supaya dapat IP 4. Iya apa iya? Haha.
Nah, di sini bagian pentingnya. Orientasi yang difokuskan sangat mempengaruhi apa yang akan dilakukan. Kalau orientasinya dakwah, maka yang akan dilakukan adalah mengkaji Islam, belajar yang getol, serta melakukan hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah. Kalau orientasinya IP 4, maka yang akan dilakukan cari tempat les, ikut berbagai tutor, beli berbagai referensi buku kuliah, ikut kuliah di kelas lain, dsb. Udah terlalu sibuk deh, bahkan ga ada waktu untuk memikirkan umat. Duh!
Hati-hati, kawan!
Jangan sampai kesibukan kita selama perkuliahan mengabaikan kewajiban kita untuk dakwah dan mengkaji Islam. Dicap sebagai mahasiswa study oriented tuh bukan muslim banget. Apalagi karena terlalu sibuk belajar (ilmu dunia semata), sampai disebut sebagai mahasiswa apatis. Dih! Muslim mahasiswa itu dakwah jadi prioritasnya, cumlaude IPK-nya, dan tasdiqul jazm syakhsiyah Islamnya. Insya Allah.
Do not ever waste your time!
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Q.S Al-Ashr 1 - 3)
Allah mengingatkan kita bahwa kita sungguh benar-benar dalam kerugian jika kita tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Sayang banget kan kalau waktu muda kita ini habis sama hal-hal duniawi semata. Padahal ketika zaman kekhilafahan dulu, pemuda-pemuda Islam yang seumuran dengan kita adalah para penghafal al-quran, juga hebat dalam hal akademik dan non-akademik. Bahkan sebagian dari mereka udah jadi panglima perang. Keren banget kan? Makanya ayo jangan males-malesan buat kaji Islam!
Persembahan terindah dan abadi untuk orang tua.
Coba sekarang saya tanya, temen-temen mau memberikan hal terindah apa ke orang tua? Mobil? Rumah? Permata? Berlian? Buat ortu naik haji? Coba pikir ulang, pantaskah jika kita berikan hal yang menurut kita indah itu? Sementara jasa orang tua kita tidak akan bisa digantikan oleh apapun. Bahkan kalo nanti temen-temen udah sukses, berlian ditumpukin sampai segunung pun gak akan bisa menggantikan jasa orang tua.
Orang tua kita memang tidak mengharapkan imbalan yang serupa. Tapi sebagai anak yang berbakti, tentu kita ingin memberikan hal yang terbaik untuk orang tua kita. Tapi apa?
“Jika anak Adam meninggal dunia, terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang mendoakannya” (H.R. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’I dan Ahmad)
Sesungguhnya negeri akhirat itu jauh lebih baik daripada dunia ini. Maka fokuskan juga pemberian kita untuk orang tua kita di akhirat nanti. Sejatinya, orang tua kita menginginkan kita menjadi anak sholih yang selalu mendoakannya. IPK 4, gelar sarjana bahkan doktor sekalipun tidaklah dapat menyelamatkan orang tua kita di akhirat nanti. Persembahan terindah dan abadi untuk orang tua kita adalah dengan menjadi anak yang sholih. Bertemu kembali dengan mereka di Syurga Allah SWT tentu jauh lebih indah dari bumi dan seisinya.
Nah, ingin memperoleh IPK cumlaude yang ilmunya dipakai terus menerus walau tiba akhir hayat? Ingin meningkatkan kepribadian Islam dan pemahaman tentang Islam? Ingin dipuji oleh Allah dan malaikat-Nya karena getol mendakwahkan Islam? Cuma muslim mahasiswa yang bisa kaya begini. Makanya, yuk! Belajar jadi muslim mahasiswa! :)
Read More..
21 January 2013

Jangan Debat Soal Saya Lagi! :) hahaha

Seseorang berkata kepada saya:

"Kar, kamu tuh mirip banget sama Reza Rahardian deh, ituu pemeran Habibie di Film Habibie dan Ainun."

Seorang lainnya menyanggah:

"Bukan! Ga mirip kalo sama Reza Rahardian. Reza Rahardian kulitnya agak coklat, kalo Fikar putih. Fikar lebih mirip sama Restu di Tukang Bubur Naik Haji."

Saya terpana mendengar perbincangan mereka. Agak weird juga. Karena ga ada angin ga ada hujan, tiba-tiba mereka ngomong seperti itu. Hahaha...

Dalam hati saya hanya bisa bilang kepada diri saya:

"Mereka gatau, udah tau saya lebih mirip sama Vino G. Bastian ketimbang Reza Rahardian atau Restu di Tukang Bubur Naik Haji"

Hehe. :)
Read More..
12 January 2013

Ibarat Pelangi


"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertakwa di sisi Allah" (Q.S Al-Hujurat [49]: 13)
                Berbagai macam perbedaan baik suku, bangsa, jenis kelamin, warna kulit, bahasa, adat-istiadat, budaya, serta agama merupakan hal yang fitrah dan sunnatullah yang sudah menjadi ketetapan Allah SWT. Tujuannya tak lain agar kita dapat saling mengenal satu sama lain. Bayangkan saja, jika seluruh manusia di dunia ini satu suku atau bangsa, tentu akan sulit membedakannya, dan sulit bagi kita untuk saling mengenal. Tidak akan kita temui pertanyaan "Kamu berasal dari suku mana?" atau pernyataan "Saya dari suku padang", "Saya sunda", "Saya jawa", dll. Tak akan pula kita temui omda-omda di kampus tercinta ini. Dan itu akan menyulitkan ketika kita berkenalan dengan seseorang, sebut saja Rudi misalnya, tapi kita tidak mengetahui asalnya. Lalu terdengar kabar bahwa Rudi kecelakaan, maka sulit bagi kita untuk membedakan: "ini Rudi yang kenalan sama saya atau bukan ya? Nama Rudi kan banyak, jangan-jangan Rudi Tabuti lagi" hehe...
                Akan tetapi, yang perlu dipahami adalah bahwa perbedaan-perbedaan itu bukanlah sebagai ajang untuk menunjukkan siapa yang paling baik dan siapa yang paling buruk. Karenanya, Islam mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bertoleransi dan menghargai perbedaan-perbedaan itu. Bahkan Islam melarang ashobiyah (fanatisme terhadap golongan dan suku, atau lebih mementingkan nasionalisme daripada persaudaraan Islam sehingga memecah belah umat Islam) dan mengecam betul terhadap ashobiyah.
“Bukan dari golongan kami (tidak termasuk umat Islam) orang yang menyeru kepada ashabiyah (nasionalisme)…".(HR. Abu Dawud)
                Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang bertakwa. Dan orang yang bertakwa mengerti betul bahwa Allah memerintahkannya untuk bertoleransi.
"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." (Q.S Al-Maidah [5]: 8)    
                Toleransi beragama ada dua macam, yakni toleransi inter umat beragama dan toleransi antar umat beragama. Toleransi inter umat beragama adalah toleransi antar pemeluk agama yang sama, sedangkan toleransi antar umat beragama adalah toleransi antar pemeluk agama yang berbeda. Khususnya dalam toleransi antar umat beragama, Islam telah memberikan batasan-batasan yang tidak boleh diabaikan oleh umatnya. Islam melarang umatnya untuk meniru budaya agama lain atau ikut berpartisipasi dalam ibadah atau perayaan hari besar agama lain.
Rasulullah Saw. Bersabda:
“barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud, Ahmad dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
Toleransi juga tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak melakukan suatu ibadah. Misalnya di sekitar kita banyak terdapat pemeluk agama lain, lantas kita merasa sungkan untuk membaca Al quran. Ini adalah tindakan yang keliru. Yang tidak dibolehkan adalah memaksakan umat lain untuk ikut beribadah menurut ajaran Islam, apalagi memaksakan untuk masuk ke dalam agama Islam. Tugas kita hanyalah menyampaikan kebenaran Islam. Perkara diterima atau tidak, kita tidak akan ditanyakan oleh Allah ketika hari penghisaban nanti. Itu menjadi pertanggungjawaban si pendengar.
"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut (apapun yang disembah selain Allah) dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (Q.S Al-Baqarah [2]: 256)
                Sobatku sesama muslim, jelaslah sudah bahwa Allah menyuruh kita untuk berlaku adil dan bertoleransi kepada siapapun. Karena adil lebih dekat kepada takwa. Dan orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang bertakwa. Namun penting untuk diketahui: bertoleransi harus sesuai dengan aturan Islam. Jangan sampai kita menggadaikan aqidah kita dengan alasan toleransi. Toleransi juga tidak bisa menghentikan kita dalam beribadah kepada Allah SWT. Karena beribadah kepada Allah itu wajib hukumnya. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, karenanya Islam mengajarkan toleransi. Jadikanlah toleransi untuk membuat kedamaian di kampus kita, tanpa keluar dari yang diajarkan oleh Islam. Bukankah pelangi itu indah kawan? Aku merah, kamu biru, dia hijau, meski berbeda, namun jika hidup rukun bersama tentu lebih indah :). Wallahu 'alam bi shawab

nb: Artikel ini adalah penjelasan dari artikel sebelumnya Penulis menyampaikan maaf karena terdapat kesalahan dari artikel sebelumnya disebabkan kurangnya referensi dan memuat beberapa kalimat  yang bernada  provokatif.
Read More..
19 December 2012

Labil di 25 Desember


“Temen sekamar gua ini baik banget, ga enak kalo ga ucap selamat natal. Waktu kita idul fitri aja mereka ucap selamat lebaran, masa kita ngga. Toleransi dikitlaah.” –Mahasiswa TPB, angkatan 49-
“Gua udah temenan dari lahir sama dia, masak ga ngucapin. Kan yang penting niatnya, kalo dalem hati ngingkarin kan gapapa. Seloow.” –Mahasiswa kece, angkatan 47-
“Ini dosen pembimbing gua! Kalo ga ucap selamat natal, bisa terancam dah tugas akhir gua.” –Mahasiswa Tingkat Akhir, angkatan 45-
Kira-kira begitulah alasan yang akan mahasiswa berikan ketika diingatkan mengenai hukum ucap selamat natal. Teman-teman BKIM mungkin sudah sangat bawel mengingatkan tentang ini. Karena memang hukumnya sudah jelas : haram!
Kenapa sih, ucap selamat natal aja haram? Bikin permusuhan kan malah lebih dilarang dalam islam. Kalo kita ga ucap, terus temen kita/dosen kita malah marah dan memusuhi kita gimana? Kan nanti kita juga yang susah. Gini bro, sist. Tanggal 25 Desember telah dianggap oleh umat nasrani sebagai perayaan hari kelahiran Yesus, yang mereka yakini sebagai Tuhan mereka. Kita sebagai muslim tidak meyakini itu, Yesus adalah Nabi, bukan Tuhan. Maka masalah ini termasuk ke dalam masalah aqidah.
Perayaan natal adalah bagian dari aqidah (keyakinan dasar) umat nasrani. Yakni merayakan hari kelahiran Yesus, Tuhan mereka. Dan dalam Islam, tidak ada toleransi dalam aqidah. Makanya mengucap “selamat natal” itu dilarang karena sama saja dengan kita mengakui bahwa natal adalah hari lahir Tuhan Yesus. Meskipun niat kita untuk menyenangkan teman kita, atau dalam hati kita mengingkari itu. Karena apabila kita mengucapkannya, maka sama saja hukumnya.
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih (TQS al-Maaidah [5] : 73)
                Ko umat Islam ga toleransi amat sih. Waduh, justru umat Islam terlalu toleran, mas, mba. Yang pasti, di Indonesia lebih baik toleransinya ketimbang Swiss yang tidak membolehkan pendirian menara masjid. Lebih baik dari Prancis, Denmark, Swedia dan Norwegia yang melarang niqab atau burdah. Bentuk toleransi umat Islam kepada umat nasrani adalah dengan membiarkan apa yang mereka yakini tanpa kita ganggu apalagi kita halang-halangi.
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku (TQS al-Kaafiruun [109] : 6)
Toleransi bukannya ikut-ikutan merayakan dan kebablasan. Apalagi sampai meyakini kalau yang mereka lakukan ini benar. Sebagai muslim harusnya kita menyampaikan bahwa perayaan semacam ini adalah salah. Apalagi jika kita menelaah fakta bahwa sesungguhnya perayaan natal adalah budaya dari kaum paganis. Dan toleransi bukan berarti dengan cara mengorbankan aqidah kita.
Tapi tetep aja, ga enak kalo ga ucap natal. Memang akan susah kalau yang kita fikirkan hanyalah kekhawatiran yang belum tentu terjadi.  Emangnya yakin banget kalo mereka bakalan tersinggung atau sakit hati kalo kita ga ucap? Pilih perasaan ga enak atau pilih ketentuan syar’i?
Sampaikanlah dengan baik dan tegas apa yang kamu maksud. Ini urusan aqidah, mesti tegas. Saya yakin mereka umat nasrani pasti akan memahami jika kita menyampaikannya dengan baik. Ucapkan saja dengan halus : “Toleransi Islam terhadap perayaan natal adalah membiarkan kamu natalan. Tapi saya gabisa ucapkan natal, karena beda yang diyakini. Posisi Yesus (Isa) dalam Islam sangat terhormat, disebutkan dalam beberapa ayat sangat dimuliakan. Tapi dia Nabi, bukan Tuhan. ”
Saya yakin mereka ga akan memukul kamu setelah kamu bilang begitu. Umat nasrani pasti bias mehamami dan maklum ko. Ketakutan kamu kalo ga ucap natal itu adalah unreasonable fear. Kamu takut merusak hubungan dengan manusia (yang belum tentu rusak), tapi ga takut merusak aqidah kita (hubungan dengan Allah)?
Terkadang kita aja yang lebay, takut umat nasrani menganggap kalo kita intoleran. Tapi nyatanya mereka fine fine aja tuh. Awalnya aja susah ucapkan yang benar. Tapi setelah dikatakan, hati jadi plong dan tenang. Coba deh J
Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. (TQS al-Maaidah [5] : 44)
Read More..
31 October 2012

Think, and Thankful! :)


Terasa sekali kasih sayang Allah hari ini, semoga aku tidak salah dalam mensyukuri. Allah menyuruh manusia untuk berfikir, maka mari kita berfikir: sudah berapa banyak kasih sayang yang telah Allah beri? Tentu, kita tidak akan bisa menghitungnya. Menghitung kasih sayang Allah bukan seperti menghitung soal ujian Pengantar Matematika barusan. Logika Allah bukan logika matematika. Tapi yang jelas, Allah akan selalu menambahkan nikmat dan kasih sayang-Nya kepadamu, jika kamu bersyukur.

Mari berfikir lagi, tanya pada diri kita :
sudah cukupkah kita dalam bersyukur?
sudah tepatkah cara kita bersyukur?



Saya yakin banyak dari kita yang masih menyepelekan bersyukur. Bahkan, masih saja ada orang yang mengakui bahwa rezeki yang didapati olehnya adalah 100% keringatnya sendiri. Ketika disadarkan, baru sadar bahwa ada Allah Sang Maha Pemberi Rizki yang ikut campur dalam urusannya. Kebanyakan dari kita jarang menghargai nikmat yang Allah beri ketika lapang. Kita baru sadar akan pentingnya nikmat Allah, ketika kita diberi kesempitan. Kita baru sadar bahwa kita jauh dari Allah, ketika diberi kesusahan. Kita akan sangat amat mensyukuri nikmat Allah, ketika hilang dari kesulitan. Lalu, dengan mudah kita mulai melupakan cara untuk bersyukur kepada Allah ketika lapang. Seolah kita istirahat dalam bersyukur kepada Allah. Yang sudah-sudah seperti itu bukan? hentikanlah kebiasaan seperti itu. Takutlah kepada adzab yang akan Allah beri jika kita kufur akan nikmat-Nya. Sadarilah, bahwa sesungguhnya, tidak ada istirahat dalam bersyukur kepada Allah.

Lalu bagaimana sekiranya caranya untuk mensyukuri nikmat Allah? Jawaban terbanyak pasti dengan cara mengucap Alhamdulillah. Apakah cara itu tepat? Jelas tepat, hanya saja, masih kurang sekiranya jika kita hanya mengucap Alhamdulillah untuk bersyukur. Rasulullah Muhammad SAW pernah ditanya oleh Aisyah ketika Aisyah mendapati Rasulullah terus-menerus beribadah pada malam hari, hingga pernah Rasulullah terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak, "Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin masuk Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?" Rasulullah menjawab dengan lembut, "Ya Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur".



Begitu indahnya cara Rasulullah dalam bersyukur kepada Allah. Meski beliau sudah dijamin masuk Syurga, tapi tak pernah henti-hentinya beliau melakukan sholat malam, sebagai cara untuk bersyukur kepada Allah. Padahal, kondisi fisik beliau saat itu sudah sangat lemah. Sudah tak bisa lagi memenuhi keinginan hatinya untuk memaksimalkan ibadahnya. Kita sebagai ummatnya, sudah sewajarnya jika kita mengikuti apa yang disunnahkan oleh Rasul kita. Cobalah hiasi malam-malam hari kita dengan sholat dan berdzikir kepada Allah. Sempatkanlah diri kita untuk bangun pada malam hari, untuk membuktikan syukur kita kepada Allah. Sehingga Allah akan tambahkan nikmat-Nya kepada kita. Sehingga Allah selalu memberikan ridho-Nya kepada kita. Sehingga kita dapat merasakan indahnya Syurga yang akan Allah berikan untuk kita nanti. Bukankah akan lebih indah, jika di dunia kita bahagia, dan di akhirat juga bahagia? :) Wallahu 'alam bi shawab.
Read More..
29 October 2012

Latar Belakang Sumpah Pemuda



Kalo diliat dari asal muasal diadakannya sumpah pemuda, jelas banget kalo dari dulu Indonesia udah diiket sama yang namanya nasionalisme. Loh, apa yang salah sama nasionalisme? bukannya nasionalisme malah memperkuat persatuan Indonesia terutama pemuda? hey, expand your mind kawan. Yang buat masyarakat Indonesia memusuhi Malaysia karena udah mengklaim budaya Indonesia siapa? nasionalisme. Padahal, masyarakat Indonesia, yang mayoritas muslim, juga masyarakat Malaysia, yang mayoritas muslim juga, itu adalah saudara. Rasulullah Muhammad SAW udah dengan amat sangat jelas menekankan itu. So, siapa yang seneng ketika Indonesia sama Malaysia kelahi? jelas orang kafir yang ketawa-ketawa melihat ummat Islam saling hina. Kenapa? karna nasionalisme itu sendiri buah fikiran dari orang-orang kafir penjajah, yang ditumbuhkembangkan ketika para pendiri bangsa ini masih belajar sama mereka.

Ya, itu kan salah orang Malaysia sendiri, siapa suruh mengklaim budaya kita. Nah, ini buktinya kalo nasionalisme udah bikin rusak masyarakat Indonesia. Demi ngelampiasin nafsu amarah, ngehina-ngehina sesama muslim. Menyalahkan sesama muslim bawa-bawa alasan nasionalisme. Padahal sekali lagi saya jelaskan: Nasionalisme itu merusak ummat! Nasionalisme itu mengotak-ngotakkan ummat! Persatuan terlalu sempit kalo hanya dalam lingkup negara saja, persatuan itu melingkupi aqidah!


Karena nasionalisme, ummat muslim di Rohingya jadi kebingungan mau berlindung kemana. Di negaranya disiksa habis-habisan. Mau pindah ke Negara muslim lain, passport jadi alasan. Negara muslim lain jadi ga peduli sama muslim Rohingya. Nasionalisme, menciptakan keegoisan. Asalkan negara gua aman, ga diapa-apain, so ngapain harus bantu orang lain kalo ga ada passport? ntar negara gua juga kena imbasnya lagi. Lu bukan warga negara gua! Lu ga berhak dapet pengamanan dari negara ini!

So, apa sekiranya yang harus dilakukan pemuda? 

Alah, yakin mau menggunakan peran pemuda? toh yang melestarikan nasionalisme ini sendiri pemuda.

TIDAK! Terlalu sempit fikiran kita kalo kita bilang semua ini salah pemudanya sendiri. Nyatanya, kita pun gabisa ngelak kalo masih banyak pemuda yang mengajak kepada kebaikan. Masih banyak pemuda yang mengajak kepada yang ma'ruf, dan mencegah yang munkar. Masih banyak pemuda yang berfikir ideologis, yang mengerti bahwa hanya satu solusi dari sekian banyak masalah-termasuk masalah yang disebutkan tadi diatas- yaitu Islam. Masih banyak pemuda yang gak akan berhenti memperjuangkan penegakkan hukum-hukum Allah, sebelum kaki kanannya menginjakkan Syurga. Pemuda kaya gini yang jadi harapan bangsa, juga ummat!

Islam, punya segudang aturan yang diturunkan oleh Allah SWT Sang Pencipta manusia untuk mengatur manusia. Yang namanya seorang pencipta, jelas tahu betul apa-apa yang baik dan buruk untuk ciptaannya. Apalagi jika penciptanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui, jelas hanya Sang Maha Tahu yang sangat amat tahu apa yang baik dan buruk untuk manusia. Tapi, karena sistem sekulerisme yang dianut di Indonesia, yang memisahkan antara agama dengan kehidupan, hukum-hukum Allah jadi dicampakkan. 

Sekulerisme mengajarkan manusia untuk membuat aturannya sendiri untuk mengatur kehidupannya di dunia ini. Sekulerisme mengajarkan manusia untuk memisahkan aturan-aturan Allah. Maka tak heran, jika sering kita dengar banyak orang-orang berkata "Ah, sudahlah. Dalam urusan ini, tak usah bawa-bawa agama". Nah, apa dampaknya kalo sekulerisme yang menguasai manusia? bisa dilihat dari keadaan pemuda jaman sekarang, yang lebih mementingkan kesenangan dirinya sendiri.

So, apa solusinya? ganti sistem sekulerisme-kapitalisme itu dengan Islam. Kenapa islam? karena islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Dari manusia melek mata pas bangun tidur, sampai manusia merem lagi ketika tidur, Islam punya aturannya. Dari sistem pemerintahan sampai masuk wc, Islam punya aturannya. Aturan itu adalah Syariah Islam, yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, yang diridhoi oleh Allah SWT. Gimana cara nerapinnya? jelas kita butuh pemimpin atau imamah atau khalifah yang akan menerapkan secara total Syariah Islam untuk seluruh ummat manusia. Dan islam, sebagai agama sekaligus ideologi yang sempurna, pasti punya aturan mengenai sistem pemerintahannya. Apa nama sistem pemerintahannya? Khilafah Islamiyah.



Then, apa dampaknya kalo ideologi islam yang kita pake? bukan ideologi pancasila, atau kapitalisme? mari kita buka sejarah.

Faktanya, pemuda-pemuda ketika zaman kepemimpinan para khalifah terdahulu sangat amat berbeda dengan pemuda zaman sekarang. Imam Syafi'i, pada umur 9 tahun, sudah menjadi hafidz Al-Quran. Dan menjadi pengajar untuk ulama sesepuh sekitar umur 16 tahun. Muhammad Al-Fatih, Sang Penakluk Konstantinopel, menjadi hafidz Al-Quran di umur 9 tahun. Selama awal akil baligh hingga akhir riwayatnya, tak pernah putus sholat tahajud dan rawatibnya. Beliau juga sudah menjadi panglima perang terbaik pada umur 21 tahun. Para ilmuwan muslim pun banyak sekali dari golongan pemuda. 

Kenapa bisa begitu? karena ketika ummat muslim tunduk dan patuh kepada hukum Allah, pemuda pun akan sadar, selama masih muda, masih produktif, tentu harus bisa memberikan ibadah terbaiknya kepada Allah SWT. Karena ketika sudah tua nanti, penyakit datang tak bisa dielakkan, pasti akan amat sulit memberikan ibadah terbaik. Bukan seperti sekarang, mumpung masih muda, maka puas-puasin deh seneng-seneng, karena kalo udah tua nanti udah gabisa. Kalo umur udah kepala empat, baru seringin sholat di masjid. Yang kaya gini pemuda yang gabisa diandelin, kaya yang tau aja umurnya tinggal berapa hari lagi. Emang yakin banget masih hidup di umur 40? daripada nyesel di neraka karena ga ikut serta dalam memperjuangkan Syariah Islamiyah dan Khilafah Islamiyah, mending yuk, ikut serta! :)
Read More..

Ooh, jadi pemuda itu...


Ooh, jadi pemuda itu orang-orang jagoan yang suka tawuran.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang bawa pergi pacarnya tiap malem minggu.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang suka konsumsi narkoba.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang semangat. Semangat ngapelin pacarnya.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang egois, maunya untung sendiri.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang hedonis, sukanya hura-hura. Demi tiket K-pop, nyawapun jadi taruhan.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang suka update status galau di facebook.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang hobi menghina orang lain.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang mengatai orang tuanya kalo ga dikasih duit jajan.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang ga mau disalahin. Lebih suka menyalahkan orang lain.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang lebih suka cabut ke warnet maen game daripada belajar di sekolah.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang bangga ketika hari sumpah pemuda. Padahal, ngerti isinya aja ngga.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang mulutnya lebih suka berkata binatang.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang suka membicarakan hal-hal berbau pornografi.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang sukanya nongkrong ga jelas buang-buang waktu.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang maunya serba instan, ga mau repot.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang ga mau tanggung jawab kalo pacarnya hamil.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang dengan motto "senggol bacok"

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang bangga kalo dihukum guru, kalo belum dihukum, ga gaul.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang bangga kalo udah pegang-pegang pacarnya, kalo belum pegang, ga gaul.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang membantah perintah orang tua, lebih dahuluin pacarnya.

Ooh, jadi pemuda itu orang-orang yang ngerasa dirinya paling bener, yang lain salah.

Kalo pemuda sekarang kaya gini, kita harus memperingati sumpah pemuda, atau sampah pemuda?

Ga salah dong, toh nyatanya sumpah pemudanya aja udah diganti, jadi:

MIAPAH? CIYUS? ENELAN?
CIYUS. ENELAN. CA OONG CI.
Matilah.
Read More..
20 October 2012

Pikiranmu adalah pengendali perasaanmu


Well, actually I have no idea about what to post today. I am over thinking, and get bored. But, these beautiful pictures are really made my day.




They are beautiful, aren't they ?

Tapi gambar ini masih belum apa-apa. Tentu, saya masih punya gambar-gambar yang lebih indah. Tapi bukan itu yang jadi bahasan postingan sekarang. 

Kau tau, terkadang kau akan mengalami hari-hari sulit, dimana kau merasa segala tempat yang kau datangi tidak memberikanmu kenyamanan. Di rumah, atau di kosan misalnya, kamu merasa tidak bergairah untuk bermalas-malasan karena ada tugas yang harus kamu selesaikan di luar. Tapi ketika di luar, kamu merasa tugasmu tidak akan pernah bisa selesai. Malah, waktu yang kau gunakan untuk menyelesaikan tugasmu jadi terbuang percuma.

Ya, hari ini saya mengalami hal seperti itu. Haha, semacam curcol ya? But, there's always a good side. Saya jadi mendapatkan pelajaran dari hari ini.

Pikiranmu adalah pengendali perasaanmu. Jika kamu berfikir kamu bosan, maka seluruh dunia akan mendukungmu untuk merasa bosan. -Muhammad Zulfikar, 17 tahun.-

 Begitulah, saya pun mulai mencari hal-hal yang membuat saya tidak bosan. Salah satunya dengan melihat gambar-gambar barusan. Gambar-gambar tersebut selalu membuat saya termotivasi dan selalu berhasil membuat saya senyum-senyum sendiri haha. Nah, jika kamu mendapati kejadian yang sama, mulailah ubah pikiran dan sudut pandangmu, cari hal-hal yang menyenangkan hatimu. Tentunya hal-hal yang tidak melenceng dari hal-hal syar'i. Membaca Al-Quran, sholat dan berdzikir jauh lebih baik pastinya :) sehingga, kau bisa mengatakan kepada dunia :

Read More..
12 October 2012

Programmer ?


Sewaktu masih SMP, aku memutuskan hidupku untuk menjadi seorang Programmer. Sebuah pemikiran pendek dan sangat sederhana menurutku, karna alasan yang ku punya waktu itu tidak terlalu meyakinkan. “Gua mau bikin game yang bisa gua mainin sepanjang waktu hahaha” -___-. Ya, dulu aku adalah seorang gamer. Hobi yang sangat hedonis menurut pandanganku sekarang -_-
Bicara soal pandangan, aku sangat tertarik tentang sesuatu hal yang disebut “sudut pandang”. Sesuatu bisa menjadi baik atau buruk menurut sudut pandang kita masing-masing. Dulu, aku menganggap bermain game online adalah hal yang sangat menyenangkan, yang dapat menenangkan hatiku dari berbagai problema nilai di sekolah. Karena, tidak akan ada rasa kepedulian ketika kita bermain game online, bahkan panggilan adzan sekalipun -_-. Duh, malu rasanya jika mengingat kembali betapa hedonisnya aku dulu. Nah, pendapatku barusan tentang betapa hedonisnya aku dulu pun termasuk sudut pandang, tentu dari sudut yang berbeda. Dan perbedaan sudut pandang inilah, yang membuat sesuatu yang disebut “sudut pandang” ini, menjadi enak untuk diperbincangkan.
Ketika seseorang ditanya pendapatnya tentang seorang programmer, tentu akan ada banyak pendapat yang sesuai dengan sudut pandangnya masing-masing. Misal, menurut si A, programmer adalah seorang yang bla bla bla. Menurut si B, programmer adalah seorang yang bleh bleh bleh. Maka, karena sudut pandang yang berbeda-beda itulah yang membuatku lebih tertarik lagi untuk menjadi programmer. Dan ternyata banyak sekali pelajaran yang ku dapat dalam perjalanan panjangku menjadi programmer :)
 
-->
See ? Got what I mean ? haha, banyak orang yang bilang kalo jadi programmer itu susah, ngabisin banyak waktu, ngoding mulu depan kompi. Dan kerjaannya ga jauh sama yang namanya kafein, angka-angka, semicolon. Bahkan sampai ada istilah “I am Programmer, I have no life”. But, that’s an innocent people who judge programmer by their point of views. Because one day, proudly I am gonna say with my big smile “I am Programmer, and I have a wonderful life! Cause I have Allah, and Islam :)

Read More..

Because Action is an Important Thing!


Rabu, 10 Oktober 2012.

Pukul enam sore lewat sepuluh menit, hujan membuat teduh fikiranku. Sambil memperhatikan bagaimana rintik hujan membasahi jalanan sekitar Babakan Raya, fikiranku menjelajah tinggi ke awan. Terbayang lagi memori tadi pagi, dimana pertama kali mulutku mengeluarkan kata-kata indah di depan tembok bertuliskan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Tempat bersejarah bagi pertanian Indonesia itu menjadi saksi, bagaimana aku beserta mahasiswa TPB IPB lainnya, yang notabene-nya adalah mahasiswa baru yang awam, yang masih belum berani memberi kontribusi untuk ummat karna alasan "masih cupu", kini dengan semangat yang berkobar, orasi di depan mahasiswa senior dan para pengguna jalan di depan Faperta tentang penghinaan kaum kafir terhadap Rasulullah SAW. Aku dan mahasiswa baru TPB IPB melucuti kegelisahannya selama ini, terhadap penghinaan kaum kafir terhadap Nabi yang dilakukan tidak hanya sekali.
Dengan almamater yang menunjukkan bahwa aku mahasiswa IPB, dengan lantang aku tunjukkan bahwa kesadaran untuk membela martabat Nabi SAW adalah suatu kewajiban. Hukuman dan sanksi bagi yang menghinanya adalah hukuman mati. Aku sungguh malu kepada para sahabat, jika di surga nanti aku bertemu dengan mereka dan mereka menanyakan mengapa aku diam saja ketika Nabi Muhammad SAW dihina. Karena aku yakin para sahabat, terlebih Umar Ibn Khattab, akan siap sedia menghunuskan pedangnya bagi siapa saja yang menghina Rasulullah. Bahkan aku pasti akan lebih malu lagi, jika di yaumul hisab nanti, Allah meminta pertanggungjawabanku mengapa aku diam saja ketika Rasulullah dihina. Padahal Allah beserta malaikat-Nya senantiasa bershalawat atas Nabi. Maka, agar aku tidak merasa malu kepada Allah dan para sahabat, aku bergerak untuk setidaknya menyadarkan mahasiswa dan warga IPB, bahwa tindakan seorang muslim terhadap penghinaan kepada Rasulullah adalah membelanya, bahkan menghukum mati orang yang menghinanya. Analoginya, jika orang tua kita diludahi oleh seseorang, maka apakah kita akan diam saja? Tentu tidak, kita akan pukul orang yang meludahi orang tua kita, sampai dia meminta maaf dan jera. Apalagi kasusnya terhadap orang yang menghina Nabi. Jika kita diam saja, sungguh betapa lemahnya iman kita. Dan tidak ada surga bagi orang yang lemah imannya.
Alhamdulillah, dengan pertolongan dan kasih sayang Allah, aksi yang kulakukan bersama mahasiswa TPB IPB yang lain berjalan sangat lancar. Tidak ada pengguna jalan yang merasa terganggu karena adanya aksi ini. Karena kami sadar betul, menyampaikan ekspresi benci tidak perlu dengan aksi dengan bakar ban, atau merusak fasilitas lainnya. Karena dakwah yang kami lakukan ini dengan pemikiran, bukan anarkis.
Tapi aku sesungguhnya masih belum puas. Setelah berorasi, aku sadar betul betapa lama aku tertidur selama ini. Ada sesuatu yang masih mengganjal di hatiku, yang masih belum tersampaikan ketika orasi. Ada sesuatu yang aneh dariku, yang membuatku tidak selepas biasanya. Maka dari itu, ini bukanlah menjadi orasiku yang terakhir. Aku berjanji akan terus berkontribusi dalam membela islam dan kepentingan ummat. Semoga Allah mengistiqomahkan aku, dan seluruh teman-temanku. Karena hanya Dia-lah, Zat Yang Maha Tinggi, Yang Maha Membolak-balikkan hati.
Read More..